Postingan

DENADA ...

Denada ...   Dua bulan menganggur dari hotel X. Aku benar-benar berputus asa. Dua bulan ini aku ngotot pada diri sendiri untuk “hanya mengambil Front Office” saja untuk dilamar. Tapi tak kunjung kudapatkan.   Sudah berapa tetes air mata yang sudah jatuh? Sudah berapa lembar kertas yang terbuang? Sudah berapa uang yang keluar untuk bahan bakar motorku? Aku mencari ke mana-mana. Hingga pada akhirnya aku menyerah dan berpikir, “tidak apa lah, FB juga boleh. Daripada aku ga punya pemasukan sama sekali. Aku bahkan sudah tidak punya tabungan apapun. Sementara cicilanku banyak. Aku terlalu miskin untuk menganggur lebih lama lagi.”  Kuputuskan untuk buat surat lamaran ke salah satu hotel yang membuka lowongan Bartender. Kuantarkan lamaran tersebut ke hotel Z. Nama GM nya kutulis dengan benar. Maaf, aku belum menyebut nama hotelnya secara benar. Soalnya, hotel ini dibawah naungan grup hotel besar. Aku masih belum menyebut kota nya, juga. Meskipun ini adalah sebuat tebakan yang san...

EGOKU TELAH PENUH_BERBICARA TENTANG KARIR

  EGOKU TELAH PENUH _ BERBICARA TENTANG KARIR   Menulis adalah satu dari banyak hal yang kubisa meski tak terampil. Aku menyadari kelemahan ini sehingga aku tidak ingin menjadikan ini sebagai karir. Ya, aku hanya menjadikannya sebagai hobby. Aku tidak bisa seperti para penulis lain, yang bisa mengutarakan kemampuan berpikirnya ke dalam tulisan yang dia punya. Aku hanya salah satu dari sekian banyak orang, yang menjadikan tulisan sebagai diary panjang berdasarkan apa yang kurasakan. Lebih tepatnya, aku memikirkan dan menuangkan apa yang kurasakan dalam sebuah tulisan panjang, dibandingkan diary. Bisa semacam novel atau cerpen. Tapi, yang jelas adalah ungkapan perasaan yang dikembangkan dalam sebuah karya tulisan. Aku tidak tau bagaimana para penulis novel, katakan saja Pidi Baiq (yang dikenal melalui novel dan film: Dilan), mengimajinasikan dan mengembangkan imajinasi nya serta mengaryakannya dalam bentuk cerita yang utuh dan sempurna seperti itu. Aku tidak tau bagaima...

KAYAKNYA SESUSAH ITU DULU

  Hai, Tuhan. Jika di usiaku sekarang ini aku menyapaMu dengan sebutan “Hai” apakah terlihat aneh? Aku hanya ingin sedang mengobrol denganMu. Tapi aku tidak yakin obrolan ini berupa doa. Setidaknya aku tau bahwa doa itu suci. Dan aku sedang ingin mengobrolkan hal yang tidak suci. Setidaknya begitulah bagiku. Tuhan, aku sedang bertanya-tanya dalam kebingungan. Sejujurnya aku tau jawabannya. Sejujurnya aku tau yang harus dilakukan. Sejujurnya aku tau harus berkata apa. Tapi, Tuhan, tak bisakah aku membelok? Tak bisakah aku berpura-pura tak tau? Tak bisa kah aku menikmatinya? Tuhan, Kau pasti sadar ada yang salah denganku. Aku juga tau. Tak bisa kah Kau me-restart aku? Atau setel ulang semua kejadian-kejadian dan memori-memori beberapa bulan terakhir. Setidaknya dengan begitu, aku pasti tidak punya ingatan tentang hal ini. Ingatan saja tak punya, apalagi keinginan. Tuhan, aku sedang memtertawakan kebodohanku. Apa Kau juga? Tuhan, kenapa Kau selalu memampukan orang-orang ...